Tanggapan Ajaran Buddha Terhadap Bencana Alam


http://sciencecastle.com/sc/app/webroot/img/articles/113.jpg

Tanggapan Ajaran Buddha Terhadap Bencana Alam

Oleh: Willy Yandi Wijaya

Bencana alam menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bencana yang disebabkan oleh alam (seperti gempa bumi, angin besar, dan banjir). Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang bencana alam yang sering terjadi, khususnya di Indonesia dari sudut pandang agama Buddha.

Menurut ajaran Buddha, yang mengatur semua fenomena di seluruh alam semesta ini ada lima hukum, yaitu:

  1. Utu Niyāma : Hukum fisika, mencakup semua fenomena anorganik.
  2. Bija Niyāma : Hukum biologis, mencakup semua fenomena organik.
  3. Kamma Niyāma : Hukum sebab-akibat, ciri semua fenomena tindakan yang dilakukan yaitu perbuatan yang baik akan berakibat baik dan perbuatan yang buruk akan mendatangkan akibat yang buruk
  4. Citta Niyāma : Hukum psikologis, mencakup semua proses kerja pikiran.
  5. Dhamma Niyāma : Hukum kebenaran, ciri semua fenomena yang terjadi yaitu bahwa semua fenomena saling keterkaitan dan termasuk semua proses yang bukan merupakan cakupan empat hukum di atas, seperti kebenaran konsep matematika dalam menggambarkan realitas.

Lima hukum di atas yang mengatur semua fenomena yang terjadi di alam semesta ini, termasuk bencana alam. Ajaran Buddha menjelaskan bahwa bencana alam disebabkan oleh hukum fisika (dalam hal ini geologi), dan bisa juga karena kesalahan manusia. Inti ajaran Buddha adalah bahwa semua fenomena yang terjadi adalah saling terkait.

Hukum fisika mengatur kerja alam yaitu siklus hujan, namun karena manusia banyak menebang pohon sembarang, membuang sampah sembarang sehingga berakibat banjir. Contoh lainnya adalah musim yang kacau yang disebabkan oleh pemanasan global yang juga diakibatkan oleh manusia. Ciri alam adalah selalu seimbang, sehingga ketika alam tidak seimbang lagi (rusak)—disebabkab manusia, maka terjadilah fenomena alam yang tidak biasa sehingga mungkin menjadi bencana bagi manusia.

Lainnya halnya dengan gempa bumi, letusan gunung berapi dan bencana alam geologis lainnya. Hingga saat ini belum terlihat dengan jelas apakah ada kaitan—langsung atau tidak langsung— antara bencana alam geologis dan tindakan manusia. Gempa bumi, letusan gunung berapi, dan bencana alam geologis lainnya lebih banyak disebabkan oleh hukum fisika (geologi). Namun, musim kemarau berkepanjangan, cuaca yang tidak menentu, banjir, longsor, kebakaran hutan yang terjadi sampai saat ini sebagian besar adalah ulah manusia secara langsung maupun tidak langsung.

Ajaran Buddha mengajarkan kepada manusia terutama untuk berkaca melihat diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Satu tindakan kecil—membuang sampah sembarangan—yang dilakukan oleh seorang individu bisa saja menyebabkan bencana besar bagi manusia lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s